Masuk
Lihat Studi Kasus Lainnya
PT Shinryo Indonesia

PT Shinryo Indonesia, Perjalanan Mengubah Sistem Manual menjadi Digital

PT Shinryo Indonesia, Perjalanan Mengubah Sistem Manual menjadi Digital
Perusahaan

PT Shinryo Indonesia

Kantor Pusat

Indonesia

Industri

Konstruksi

Ukuran Perusahaan

medium

PT Shinryo Indonesia sempat mengalami tantangan besar dalam pengelolaan kehadiran karyawan secara manual, karena perusahaan memiliki beberapa proyek yang tersebar di beberapa kota sehingga karyawan memiliki mobilitas tinggi.

Pencatatan kehadiran manual cenderung mengakibatkan kesalahan, terlebih hal tersebut menjadi dasar penghitungan gaji dan tunjangan. Jika tim HR dan/atau tim payroll salah menghitung, bukan tak mungkin akan berpengaruh pada reputasi perusahaan sekaligus keterlibatan karyawan. Sekadar informasi, keterlibatan karyawan berkorelasi sebanding dengan tingkat turnover. Artinya, keterlibatan lebih tinggi mengarah pada pergantian lebih rendah, begitu juga sebaliknya.

Alasan Memilih Peoplyee HRIS

Manager HR & Admin Section Siti Rizka Nurfarida PT Shinryo Indonesia mengatakan bahwa perusahaan mengalami kendala ketika tipe presensi masih manual, yakni menggunakan fingerprint.

Untuk menghindari hal itu, perusahaan mengimplementasikan Peoplyee HRIS di kantor pusat. Namun, setelah pelaksanaan, perusahaan lebih mudah untuk mengalkulasi kehadiran, meski tak sedikit karyawan yang mengeluhkan sistem baru tersebut pada awalnya.

Tantangan yang Dihadapi oleh Perusahaan

“Awalnya, banyak keluhan karena karyawan belum terbiasa check in dari aplikasi dan kadang terkendala sinyal. Dari manual, lalu ke digital, sekarang sudah lebih baik. Mereka sudah terbiasa isi kehadiran pakai handphone,” ujar Rizka kepada tim Peoplyee HRIS, kamis (25/04/2024), Jakarta.

Selain itu, Ahmad Yulizar, HR Admin Officer, mengatakan bahwa perusahaan mengalami kendala pada awal implementasi HRIS, yaitu tak tersedia kategori overtime dan menonaktifkan akun karyawan yang sedang berada di luar kota. Kedua hal tersebut sangat penting bagi perusahaan, karena berhubungan dengan pencatatan kinerja serta uang lembur.

Perusahaan Memperoleh Solusi Pengelolaan SDM

Namun, tim Yulizar yang mengedepankan kepatuhan berupaya menjalankan administrasi yang memudahkan perusahaan dalam pelaporan sekaligus meningkatkan kepuasan karyawan. Oleh sebab itu, tim Yulizar rutin berkomunikasi dengan tim Peoplyee sehingga menghasilkan empat kategori overtime dan fitur menonaktifkan akun ketika karyawan bertugas di lapangan.

“Karyawan di sini sering berpindah lokasi kerja, jadi mereka enggak semua bekerja di headquarter. Ketika mereka bekerja di project, akun HRIS bisa dinonaktifkan. Setelah mereka kembali, akun akan diaktifkan kembali. Fitur ini sangat membantu tim HR,” jelas Yulizar.

Kini, Peoplyee HRIS hadir dengan fitur baru berupa multi-location, yang memungkinkan tim HR dapat melihat dan memantau kehadiran karyawan dari berbagai lokasi proyek. Tentu, fitur ini semakin memudahkan tim HR maupun manajer dalam pengelolaan anggota tim.

“Ketika ada improvement dari HRIS, kami mempertimbangkan implementasi sistem Peoplyee ke project perusahaan yang lain,” Yulizar mengakhiri pembicaraan.

Bagi rekan-rekan HR yang sedang memilih solusi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien, cek laman ini untuk mendapatkan jadwal demo atau trial.

PT Shinryo Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan kehadiran karyawan dengan Peoplyee HRIS setelah sebelumnya menghadapi tantangan sistem manual. Kini proses absensi dan pengelolaan data menjadi lebih akurat, mudah, dan mendukung mobilitas karyawan di berbagai proyek.

Siti Rizka Nurfarida

PT Shinryo Indonesia

Bagikan
CTA Banner

Modernisasi HR Anda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan multinasional di Indonesia

Peoplyee HRIS by PT Peoplyee Tech Indonesia

Graha Binakarsa, Unit B-C, 15th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-18, RT.2 RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

© 2024 - PT Peoplyee Tech Indonesia