Bagi PT Shinto Paint Indonesia, layanan pelanggan yang responsif menjadi andalan dalam dinamika bisnis. Perusahaan manufaktur cat ini tak hanya responsif kepada pelanggan, juga cepat tanggap terhadap pengelolaan sumber daya manusia (SDM), karena hal tersebut menjadi kunci keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan strategi untuk menjalankan operasional harian yang lebih efisien.
Simak perbincangan Nila Susanti Kusuma, Senior Manager PT Shinto Paint Indonesia, bersama tim PeoplyeeHRIS, Selasa (22/04) di Jakarta, mengenai adopsi sistem dalam proses mengelola SDM.
Membutuhkan Layanan Pelanggan yang Responsif
Sebagai perusahaan yang telah mengadopsi human resource information system (HRIS), PT Shinto Paint Indonesia membutuhkan layanan pelanggan yang responsif dari penyedia layanan. Pasalnya, dukungan dari penyedia dapat menjadi katalisator positif dalam penyelesaian kendala.
“Kami sudah pernah menggunakan HRIS tetapi provider waktu itu cuma punya PIC satu dan balasnya lama. Jadi, it takes time to solve problems,” ujar Nila Susanti Kusuma, Senior Manager PT Shinto Paint Indonesia.
Sebelumnya, perusahaan menghadapi tantangan besar dalam hal responsivitas dukungan dari vendor, di mana person in charge (PIC) lamban menanggapi masalah klien mereka. Hal ini sering kali menghambat alur kerja tim HR, seperti penundaan pekerjaan.
Setelah mengevaluasi beberapa hal, perusahaan beralih ke PeoplyeeHRIS. Yang menjadi daya tarik perusahaan adalah PeoplyeeHRIS menawarkan fitur yang memadai, layanan pelanggan responsif, dan harganya pun kompetitif, sehingga mendukung proses kerja yang lebih efisien.
PeoplyeeHRIS merupakan solusi berbasis cloud untuk mengotomatisasi pengelolaan SDM yang dapat diakses melalui laptop maupun ponsel. Sistem ini menawarkan fitur kehadiran karyawan, pengajuan cuti, payroll hingga payslip yang terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Proses Pengelolaan SDM di PT Shinto Paint Indonesia Meningkat Signifikan
Sebelum menggunakan PeoplyeeHRIS, PT Shinto Paint Indonesia berkesempatan melakukan uji coba gratis selama satu bulan. Ini bertujuan untuk mengeksplorasi fitur sekaligus menyelaraskan dengan kebutuhan perusahaan.
Ketika perusahaan memutuskan menggunakan sistem tersebut, awalnya terdapat penyesuaian dalam memantau kehadiran karyawan dan belum detail lembur. Namun, tim PeoplyeeHRIS menyempurnakan fitur employee attendance sehingga perusahaan dapat merekap data kehadiran karyawan lebih efektif. Penghitungan detail lembur pun telah tersedia sebagai implementasi transparansi dari perusahaan kepada karyawan.
“PeoplyeeHRIS telah berhasil memenuhi kebutuhan HR kami. Salah satu peningkatan signifikan yang kami rasakan adalah kemudahan dalam mengelola presensi bulanan.”
Dari sisi UI/UX, PeoplyeeHRIS menawarkan pengalaman yang jauh lebih baik dibandingkan sistem yang dipakai sebelumnya. Tampilan dashboard yang mudah dipahami meningkatkan adopsi sistem di lingkungan kerja, sehingga karyawan lebih cepat beradaptasi dan menavigasi menu yang tersedia.
Manfaat yang tak kalah penting bagi perusahaan ialah responsivitas tim customer service PeoplyeeHRIS. Tim sangat cepat memberikan respons dan bantuan setiap kali perusahaan menghadapi isu dengan aplikasi maupun laman HRIS.
“Kami sangat merekomendasikan PeoplyeeHRIS kepada perusahaan lain yang ingin menggunakan HRIS, karena sudah memberikan dukungan yang baik kepada kebutuhan perusahaan. Kami berharap seiring dengan pertumbuhan perusahaan, jumlah customer service dapat ditambah,” usul Nila.
Bagi rekan HR yang membutuhkan sistem pengelolaan SDM yang solid bagi, kunjungi laman ini guna mempelajari solusi yang akan diberikan kepada karyawan. Dapatkan pula free trial untuk memahami menu atau fitur sistemnya.

