Artificial intelligence (AI) dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap karyawan yang memiliki tugas repetitif dan administratif. Implementasi AI dalam pekerjaan mereka dapat meningkatkan keterampilan sekaligus produktivitas kerja, sehingga kondisi tersebut menghasilkan profit bagi perusahaan.
Manfaat Artificial Intelligence Dalam Pekerjaan
Memperkenalkan AI di tempat kerja dapat menciptakan lingkungan kerja yang efisien. Berdasarkan laporan Deloitte, Global Human Capital Trends 2023, AI dan machine learning (ML) dapat mendorong produktivitas 37% pada 2025. Hal ini dikarenakan AI memiliki keunggulan untuk mengotomatiskan tugas berulang, termasuk meringkas dokumen, data entry, hingga menulis serta menindaklanjuti email. Dengan demikian, karyawan dapat fokus terhadap tugas strategis dan kreatif.
Selain itu, AI juga bermanfaat pada:
1) Pengambilan keputusan lebih baik
Dengan bantuan AI, perusahaan dapat menganalisis tumpukan data yang terisolasi atau tidak terorganisasi, memperoleh wawasan bermakna, membuat keputusan berdasarkan data yang diperlukan di berbagai bidang termasuk marketing, operasi, HR, inventaris, dan supply chain.
2) Penghematan biaya
Laporan Augmented Workforce 2023 dari Bain & Company menunjukkan bahwa otomatisasi dapat menghasilkan pekerjaan yang bernilai lebih tinggi, seperti kreativitas dan pemecahan masalah, mengurangi biaya hingga 21–30%, dan menyederhanakan produksi sehingga membantu perusahaan menghemat bujet dan meningkatkan laba.
3) Tempat kerja inklusif
Dengan AI, perusahaan dapat menciptakan tempat kerja inklusif dan/atau mengembangkan lingkungan kerja yang beragam. Misalnya, tim HR menggunakan platform rekrutmen berbasis AI untuk memberi peringkat kandidat berdasarkan keterampilan dan kualifikasi daripada menyaring atribut dan sifat yang dapat diidentifikasi seperti usia, jenis kelamin, ras, dan etnis.
4) Kepuasan karyawan
Perangkat lunak bersistem AI membantu pekerjaan karyawan, yang membuat proses kerja lebih efisiensi dan cepat tanpa kesalahan, sehingga meningkatkan kepuasan mereka.
Next: Payroll: Pilar Kesejahteraan Karyawan dan Efisiensi Bisnis
7 Implementasi AI Pada Tugas Harian
Untuk menunjang produktivitas karyawan yang mengarah terhadap profit, maka perusahaan perlu mengimplementasikan AI pada tugas harian mereka. Adapun tugas-tugas yang dapat dibantu oleh AI adalah:
1) Proses rekrutmen
Perusahaan dapat menyederhanakan proses rekrutmen, mulai dari penyaringan CV, penjadwalan wawancara, hingga penentuan onboarding. Bahkan tools rekrutmen yang diberikan oleh laman pencarian kerja pun sudah dilengkapi teknologi AI, sehingga perekrut lebih mudah memilih kandidat berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan.
2) Onboarding karyawan baru
Perusahaan dapat mengintegrasikan AI ke dalam proses onboarding, seperti memiliki chatbot AI yang bisa menjawab pertanyaan yang sering diajukan oleh karyawan baru secara real time serta tools AI untuk membuat jalur pelatihan yang dipersonalisasi, menilai kemajuan dan kinerja, hingga mengidentifikasi kesenjangan pelatihan dan menyempurnakan prosesnya. Dengan cara tersebut, karyawan lebih cepat belajar dan beradaptasi di lingkungan baru.
3) Tingkatkan efisiensi operasional
AI dapat membantu tim sales dan marketing untuk meningkatkan efisiensi operasional. Sebut saja, AI akan memantau dan menganalisis data untuk mengidentifikasi pola dan tren, membuat prediksi, dan menyarankan penyederhanaan operasi. Data pelaporan itu memungkinkan perusahaan untuk menyediakan alat yang lebih baik bagi karyawan serta memberikan solusi bagi pelanggan lebih efektif.
4) Kumpulkan insight karyawan
Dengan AI, perusahaan dapat mengumpulkan umpan balik karyawan, sehingga tim HR mengetahui sentimen serta keresahan mereka, lalu tim bisa menganalisis data itu untuk meningkatkan keterlibatan karyawan. Kondisi tersebut menciptakan budaya perusahaan positif yang menghargai nilai karyawan. Misalnya, tim HR membuat program engagement guna memberikan pengalaman positif atau merekomendasikan pengembangan karier karyawan di berbagai posisi.
Next: Automasi: Definisi, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya
5) Melacak kinerja tim
Bagi perusahaan yang menggunakan performance management system, Anda dapat melihat data tentang kinerja karyawan, mengidentifikasi kekuatan, area peningkatan bagi mereka, serta menganalisis data yang tersebar di berbagai sistem.
Hal ini memungkinkan manajemen meningkatkan kolaborasi lintas tim dan departemen hingga memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Bahkan sistem customer relationship management (CRM) akan menunjukkan perilaku dan kebutuhan pelanggan sehingga tim sales dapat memberikan proses transaksi efektif guna meningkatkan loyalitas mereka.
6) Gunakan analisis prediksi
Untuk mencegah karyawan burnout, perusahaan bisa menggunakan analisis atau prediksi berteknologi AI guna mengidentifikasi tanda-tanda awal mereka kelelahan, pemberian bantuan untuk mengatasi masalah mereka secara proaktif, dan/atau menjangkau sumber daya untuk mengatasi masalah hingga ke akarnya. Dengan demikian tim dapat mengurangi pergantian karyawan.
7) Mempercepat pembuatan konten
Selain tim HR dan sales, tim konten pemasaran pun diuntungkan oleh kehadiran AI. Pengembangan konten akan sangat terbantu dengan bantuan AI generatif, seperti ChatGPT, Gemini, atau DeepSeek. AI generatif mampu memberikan ide dan panduan dalam pembuatan konten baru untuk kepentingan marketing, employer branding, hingga materi pelatihan.
Ketika menggunakan AI, perusahaan perlu mempertimbangkan tantangan yang akan terjadi, maka Anda dan tim dapat memahami dan menyediakan solusi terhadap hal tersebut.
Tantangan yang akan muncul antara lain pelanggaran data pribadi dan etika, implementasi yang kompleks, hingga penggantian tugas manusia yang dilakukan oleh teknologi. Oleh karena itu, perusahaan perlu meyakinkan karyawan bahwa artificial intelligence tidak untuk menggantikan mereka, tetapi membuat mereka bekerja lebih efisien dan menguasai keterampilan di bidang teknologi lain.




