Masuk
10 Contoh Implementasi Big Data di Berbagai Industri
HR Administration

10 Contoh Implementasi Big Data di Berbagai Industri

16 Apr 2026, 02.32 UTC

5 menit baca


Peoplyee HRIS implementasi big data

Implementasi big data tak hanya digunakan oleh perusahaan atau divisi IT saja, tetapi hampir semua industri telah mengadopsi pengelolaan data yang berasal dari berbagai sumber.

Dengan big data, perusahaan perusahaan dapat berinovasi sekaligus memberikan solusi terbaik bagi pelanggan. Pasalnya, melalui data-data yang dikumpulkan, perusahaan akan mengamati aktivitas pengguna, menganalisis perilaku mereka, serta membuat strategi untuk menarik lebih banyak pelanggan. Pada akhirnya, langkah ini meningkatkan produktivitas perusahaan.

Ruang Lingkup Big Data

Big data adalah informasi yang dikumpulkan oleh suatu pihak untuk tujuan analitis. Perusahaan atau organisasi sering menggunakan informasi untuk melacak kebiasaan pelanggan atau calon pelanggan.

Misalnya, perusahaan retail menganalisis perilaku belanja pembeli di platform e-commerce, barang yang dibeli, pembayaran yang digunakan, kurir logistik yang dipilih, hingga testimonial yang ditulis oleh mereka.

Dari data tersebut, tim sales dan marketing dapat menganalisis informasi sekaligus membuat keputusan bisnis yang strategis, seperti menawarkan produk bundling, marketing campaign yang dipersonalisasi, dan menyediakan tim customer service setiap hari untuk menjawab pertanyaan pelanggan.

Tak hanya perusahaan retail yang bisa menggunakan big data. Perusahaan dan fungsi lain pun dapat mengelola kumpulan data untuk menghasilkan tujuan tertentu.

Misalnya, manajemen rumah sakit memerlukan data untuk memprediksi penyebaran penyakit, tim corporate communications di perusahaan tambang menganalisis data guna mengetahui sentimen positif dan negatif terhadap perusahaan, dan pemerintah mengumpulkan data untuk melacak tingkat kejahatan di suatu kota.

Next: Slip Gaji: Definisi dan Komponen dalam Transparansi Finansial

10 Contoh Implementasi Big Data di Berbagai Industri

1. Advertising

Industri advertising dan fungsi marketing ialah dua kelompok yang paling umum menggunakan big data. Tak sedikit perusahaan advertising juga menawarkan jasa marketing kepada klien mereka. Pada dasarnya, setiap industri yang menawarkan produk atau layanan dapat mengumpulkan dan menganalisis big data untuk menyempurnakan strategi marketing.

Misalnya, perusahaan skincare menggunakan analitik media sosial untuk mengidentifikasi individu yang memiliki karakteristik sama dengan target pasar mereka. Melalui tautan yang disematkan di media sosial, mereka akan melacak kebiasaan browsing dan belanja online pelanggan dan calon pelanggan, mengetahui halaman web apa yang paling sering dilihat, produk yang mereka beli secara daring, dan waktu atau hari mereka paling sering berbelanja.

Dengan menggunakan informasi ini, jenama skincare dapat membuat keputusan strategis tentang di mana mereka menempatkan iklan dan kapan memberikan promosi kepada pelanggan dan calon pelanggan untuk meningkatkan penjualan.

2. Retail

Big data memiliki beragam kegunaan bagi bisnis retail maupun wholesale, karena ia dapat mengidentifikasi kebutuhan staf saat ini dan di masa mendatang berdasarkan kebiasaan belanja, pertumbuhan bisnis, perayaan tertentu, dan pola musiman.

Misalnya, big data membantu bisnis retail memprediksi peningkatan jumlah pelanggan menjelang musim liburan sehingga mereka dapat merencanakan perekrutan tenaga kerja musiman untuk mengakomodasi peningkatan permintaan serta pengelolaan data juga membantu bisnis memprediksi produk mana yang mungkin menjadi lebih populer atau menguntungkan berdasarkan kebiasaan pelanggan.

3. Hiburan

Layanan hiburan daring sering kali menggunakan big data untuk merekomendasikan konten bagi penonton berdasarkan riwayat tontonan dan perilaku mereka.

Misalnya, situs streaming video memperhitungkan riwayat tontonan seseorang dengan melacak jenis video yang paling sering diklik, sehingga situs akan merekomendasikan tayangan serupa atau mempromosikan konten yang sering ditonton pengguna lain dengan demografi sama.

Dengan demikian, situs tersebut dapat mempertahankan interaksi penonton sekaligus meningkatkan pendapatannya.

4. Media

Perusahaan media dapat memanfaatkan big data. Contohnya, media dapat melacak jenis berita yang paling sering dibaca pengunjung situs. Berdasarkan preferensi pembaca, perusahaan media akan merekomendasikan artikel dengan topik serupa agar pembaca tetap tertarik dan memahami preferensi konten pelanggan, sehingga mereka dapat terus menghasilkan konten yang paling menarik bagi target audiens.

5. Perbankan

Industri perbankan dan keuangan memanfaatkan big data untuk meningkatkan keamanan daring. Mereka dapat memprediksi kejahatan siber seperti pencurian identitas dan penipuan kartu dengan menganalisis riwayat transaksi semua klien.

Dengan memahami riwayat transaksi klien, mereka dapat mengidentifikasi pola pembelian yang tidak biasa yang dapat mengindikasikan pelanggaran keamanan. Selain itu, menganalisis pola serangan siber sebelumnya dapat memprediksi serangan di masa mendatang dan menerapkan strategi untuk meminimalkan dampaknya atau menghindarinya.

6. Layanan kesehatan

Industri layanan kesehatan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien menggunakan big data.

Misalnya, untuk melacak riwayat medis pasien, menganalisis faktor risiko berhubungan dengan riwayat penyakit, prosedur medis, dan penggunaan obat. Dengan mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis riwayat medis pasien, perusahaan layanan kesehatan dapat memberikan perawatan yang dipersonalisasi kepada pasien.

7. Lembaga penelitian

Selain itu, big data juga dapat dimanfaatkan oleh lembaga penelitian–khususnya di bidang kesehatan–untuk melacak dan memprediksi risiko kesehatan masyarakat.

Memahami potensi penyebaran penyakit dapat memungkinkan ilmuwan untuk mengembangkan intervensi guna mencegah penyebaran atau pengobatan guna mengurangi dampaknya terhadap populasi. Misalnya, ilmuwan yang mempelajari epidemi dapat menggunakan big data untuk menganalisis potensi penyebaran penyakit di tingkat komunitas, desa atau kecamatan, regional, hingga global.

8. Transportasi

Perusahaan transportasi menggunakan data besar untuk merencanakan pengiriman barang, meningkatkan kecepatan, serta mengurangi potensi risiko kehilangan atau kerusakan barang selama perjalanan. Misalnya, perusahaan merencanakan rute transportasi berdasarkan efisiensi bahan bakar dengan mempertimbangkan faktor cuaca yang bisa menghambat pengangkutan barang serta memengaruhi pengiriman produk ke pelanggan.

9. Manufaktur

Big data membantu industri manufaktur meraih keunggulan kompetitif dengan meningkatkan efisiensi rantai pasok mereka. Praktik di perusahaan manufaktur dengan data besar seperti mengidentifikasi sumber material yang lebih baik, meningkatkan logistik transportasi, dan mengefisiensi proses produksi, sehingga perusahaan lebih hemat biaya untuk menghasilkan produk berkualitas lebih tinggi.

10. Pemerintah

Pemerintah menggunakan big data untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan layanan publik. Namun, pemerintah bisa memanfaatkan sekumpulan data untuk meneliti isu kesehatan masyarakat, sumber energi alternatif, masalah lingkungan, peredaran obat terlarang, analisis pasar, dan identifikasi transaksi mencurigakan.

Selain itu, data besar dapat digunakan untuk memprediksi pola lalu lintas berdasarkan jumlah penduduk yang tinggal di suatu wilayah, merancang sistem transportasi umum yang mengakomodasi populasi, hingga mengidentifikasi potensi ancaman terhadap keamanan nasional dan menerapkan langkah-langkah pencegahan.

Bagikan
CTA Banner

Modernisasi HR Anda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan multinasional di Indonesia

Peoplyee HRIS by PT Peoplyee Tech Indonesia

Graha Binakarsa, Unit B-C, 15th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-18, RT.2 RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

© 2024 - PT Peoplyee Tech Indonesia