Masuk
12 Jenis Jadwal Kerja: Definisi dan Contohnya
HR Administration

12 Jenis Jadwal Kerja: Definisi dan Contohnya

15 Apr 2026, 02.56 UTC

5 menit baca


Peoplyee HRIS 12 jenis jadwal kerja

Jadwal kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi seseorang ketika ia harus menerima peluang baru, selain ekspektasi gaji dan tunjangan, rencana karier, dan budaya perusahaan. Memilih jadwal sesuai preferensi dapat mengoptimalkan kinerja karyawan, meski demikian perubahan di luar akan berpengaruh terhadap bisnis, yang mengarah kepada perubahan jadwal kerja.

12 Jenis Jadwal Kerja: Definisi dan Contoh

Dari laman KBBI, definisi jadwal adalah pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja atau daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan dengan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci. Untuk pengertian kerja ialah pekerjaan, kegiatan melakukan sesuatu, atau hal yang dilakukan untuk mencari nafkah.

Bila kedua kata tersebut digabung, maka jadwal kerja merupakan pembagian waktu untuk melakukan suatu kegiatan atau mencari nafkah.

Dalam lingkup bisnis, perusahaan memerlukan sumber daya untuk menggerakkan operasi sehari-hari. Tentu, tak semua bisnis memiliki jadwal kerja yang sama, karena dipengaruhi industri dan peran tenaga kerja. Untuk memahami jadwal kerja, berikut ini informasi tentang definisi dan contoh penerapannya.

1. Jadwal standar

Ini ialah pembagian waktu kerja yang mengacu pada jadwal kerja standar, yakni 09.00–17.00 atau 09.00–18.00 dari Senin hingga Jumat. Jadwal ini menjadi yang paling populer di antara korporasi besar dan internasional, karena pembagian waktu yang relatif mudah direncanakan.

Tak sedikit karyawan yang menyukai jadwal ini, karena memberi mereka rutinitas sehingga memudahkan untuk menjalankan work-life balance. Contohnya, perusahaan AABB memiliki jadwal kerja 09.00–18.00, karyawan harus datang tepat waktu setiap hari dan setelah selesai jam kantor, mereka akan langsung pulang dan memikirkan kehidupan pribadi mereka.

2. Jadwal tetap

Mirip dengan jadwal standar, tetapi ini adalah pembagian waktu kerja pada hari dan jam tertentu setiap minggu. Perbedaannya, jadwal tetap bisa mengharuskan Anda bekerja akhir pekan, selama hal itu sudah ditentukan pada awal perjanjian kerja. Misalnya, jadwal kerja tetap Anda dari Selasa hingga Sabtu selama delapan jam setiap harinya.

3. Jadwal penuh waktu

Jika jadwal penuh waktu, Anda akan bekerja antara 35–40 jam per minggu. Umumnya, karyawan penuh waktu bekerja dengan jadwal standar. Biasanya, mereka bekerja dari Senin sampai Jumat, mulai pukul 09.00–17.00 atau 18.00.

Selain itu, Anda juga bisa bekerja dengan durasi 10 jam per hari selama empat hari per minggu atau 6,5 jam per hari selama enam hari per minggu. Contohnya, Si A bekerja dengan jadwal penuh waktu dari Senin hingga Kamis, durasi kerja per hari 09.00–20.00 dengan perincian 10 jam kerja dan satu jam istirahat.

Next: 7 Manfaat Slip Gaji Digital Ini Lebih Efisien

4. Jadwal paruh waktu

Jika bekerja paruh waktu, artinya Anda bekerja lebih sedikit daripada karyawan penuh waktu. Biasanya, perusahaan memberikan pekerjaan ke karyawan paruh waktu untuk bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Sebagai ilustrasi, Si B bekerja paruh waktu dari Rabu hingga Sabtu di cafe, dalam sehari ia bekerja selama lima jam.

5. Sif

Shift (sif) merupakan jangka waktu kerja yang ditentukan oleh perusahaan bagi karyawan. Perusahaan yang menjalankan sif bergerak dalam bidang retail, transportasi, layanan pelanggan, food and beverages, manufaktur, dan FMCG bagian produksi. Sif kerja memiliki pembagian:

  • Pagi: 07.00–15.00 atau 16.00
  • Sore: 15.00–23.00 atau 24.00
  • Malam: 23.00–07.00 atau 08.00

Bekerja sif memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti pekerja sif malam kemungkinan tidak memiliki waktu sarapan bersama anak, tetapi ia bisa bermain dengan anak pada sore hari.

6. Pekerjaan lepas

Freelancing atau pekerjaan lepas merujuk ketika seseorang memiliki kesempatan bekerja di beberapa perusahaan atau klien pada saat yang sama.

Jenis jadwal ini menuntut pekerja memiliki time management dan komunikasi mumpuni, karena ada perusahaan yang menginginkan freelancer menyelesaikan tugas sesuai tenggat yang ditetapkan, meski jam kerjanya tidak menentu. Ini adalah solusi bagi orang-orang yang ingin bekerja kapan pun mereka mau dan tidak peduli dengan rutinitas.

7. Musiman

Apakah Anda adalah karyawan musiman? Jika, ya, ini artinya Anda hanya bekerja selama beberapa bulan per tahun. Jadwal kerjanya cocok bagi mahasiswa yang ingin mengisi waktu libur kuliah atau menjalani program magang. Misalnya, Si C menjadi peserta magang di perusahaan EFGH selama tiga bulan.

Next: Slip Gaji: Definisi dan Komponen dalam Transparansi Finansial

8. Jadwal fleksibel

Jika Anda melamar pekerjaan dengan jadwal fleksibel, berarti perusahaan mengizinkan Anda bekerja di rumah beberapa hari per minggu atau bekerja di kantor hanya pada waktu tertentu. Beberapa perusahaan menganggap jadwal kerja ini sebagai tunjangan karyawan, terutama bagi mereka merasa cocok bekerja jarak jauh sekaligus menjaga work-life balance.

9. Jadwal alternatif

Jadwal ini mengacu pada saat Anda memiliki jadwal kerja yang berbeda dari karyawan lain yang bekerja di posisi yang sama dan di perusahaan yang sama pula. Ini termasuk bekerja dengan jam kerja lebih sedikit, hari berbeda, atau sif berbeda dari kebanyakan karyawan. Terkadang, jadwal alternatif bersifat sementara dan mengharuskan Anda untuk kembali ke jadwal kerja reguler.

10. Jadwal padat

Jadwal padat berarti bekerja dengan jumlah jam yang sama dengan karyawan penuh waktu, tetapi jumlah hari yang lebih sedikit per minggu.

Misalnya, jadwal ini mengharuskan Anda bekerja empat hari per minggu selama 10 jam, dari pukul 08.00 hingga 18.00, sehingga memberi satu hari bebas ekstra per minggu yang dapat digunakan untuk mengejar minat atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Ini adalah cara untuk menjaga work-life balance, jika Anda tidak keberatan bekerja lembur pada hari lain.

11. Jadwal terbagi

Jadwal terbagi melibatkan bekerja selama beberapa jam dalam sehari, mengambil waktu istirahat, dan kembali bekerja di hari yang sama untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. Misalnya, Anda bekerja selama enam jam di pagi hari dan beristirahat selama tiga jam, setelah itu kembali bekerja selama dua jam sisanya.

12. Jadwal bergilir

Jadwal bergilir menjadi salah satu bentuk kerja sif dan kemungkinan jadwal ini berubah setiap minggu. Misalnya, pada minggu pertama, Anda bekerja di sif pagi, minggu kedua di sit sore, dan beralih ke sif malam pada minggu ketiga. Biasanya, jadwal kerja ini dimiliki oleh beberapa peran, seperti perawat, paramedis, pramuniaga, atau layanan pelanggan.

Tak ada yang salah dari jadwal kerja di atas. Hal itu tergantung dengan industri kerja dan peran atau posisinya. Namun, apa pun jenisnya, perusahaan harus memastikan penghitungan gaji sesuai dengan jadwal kerja. Untuk memudahkan proses menghitungnya, tim HR dapat mengecek laman ini.

Bagikan
CTA Banner

Modernisasi HR Anda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan multinasional di Indonesia

Peoplyee HRIS by PT Peoplyee Tech Indonesia

Graha Binakarsa, Unit B-C, 15th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-18, RT.2 RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

© 2024 - PT Peoplyee Tech Indonesia