Big data adalah gambaran sekumpulan data yang besar dan beragam, volumenya sangat besar, dan berkembang pesat seiring waktu. Mereka bisa berupa data terstruktur, tidak terstruktur, maupun semi terstruktur.
Dari hal itu, sistem manajemen data tradisional tidak dapat menyimpan, memproses, maupun menganalisisnya, maka perusahaan membutuhkan perangkat baru dengan kecepatan optimal agar mendapatkan tujuan yang dibutuhkan.
Penggunaan big data dapat membantu bisnis perusahaan dalam berbagai hal, salah satunya menganalisis perilaku pelanggan agar tim sales mengetahui solusi yang dapat diberikan kepada mereka di masa mendatang. Walaupun data-data ini dapat menjadi aset berharga, perusahaan perlu memahami cara kerja, tantangan, serta solusi hal tersebut.
Cara Kerja Big Data
Konsep utama big data adalah semakin banyak visibilitas yang dimiliki oleh perusahaan terhadap apa pun, semakin efektif langkah yang dapat Anda manfaatkan. Sebut saja, Anda dapat memperoleh wawasan untuk membuat keputusan yang lebih baik, mengungkap peluang pertumbuhan, serta meningkatkan model bisnis.
Adapun cara kerja big data memerlukan tiga langkah, yakni:
1. Integrasi
Big data mengumpulkan terabyte–terkadang hingga petabyte–data mentah dari berbagai sumber yang harus diterima, diproses, dan diubah ke dalam format yang dibutuhkan oleh bisnis, sehingga Anda dapat menganalisisnya.
2. Manajemen
Big data membutuhkan penyimpanan yang besar, baik di cloud, on-premise, maupun keduanya. Data yang disimpan dalam bentuk apa pun yang dibutuhkan, perlu diproses dan disediakan secara real time. Saat ini, semakin banyak perusahaan yang beralih ke solusi cloud untuk memanfaatkan komputasi dan skalabilitas tanpa batas.
3. Analisis
Langkah terakhir ialah menganalisis dan menindaklanjuti big data. Jika tidak, investasi tersebut tidak akan sepadan. Selain mengeksplorasi data itu sendiri, penting juga untuk mengomunikasikan dan membagikan wawasan di seluruh bisnis dengan cara yang mudah dipahami semua orang. Ini termasuk menggunakan alat untuk membuat visualisasi data seperti bagan, grafik, dan dasbor.
Next: LMS : Solusi Learning & Development di Era Digital
Tantangan Mengelola Data Besar
Ya, big data memiliki banyak keuntungan, tetapi menghadirkan beberapa tantangan yang harus diantisipasi oleh perusahaan saat mengumpulkan, mengelola, dan mengambil tindakan terhadap sejumlah besar data.
Tantangan big data yang paling sering dilaporkan, antara lain:
- Kekurangan data scientists, data analysts, dan data engineers bisa menghambat untuk menciptakan nilai dari lingkungan big data, padahal keberadaan profesional tersebut banyak dicari oleh berbagai industri karena mereka dianggap menguasai keterampilan dan pengalaman mengelola data.
- Pada dasarnya, big data selalu berubah dan berkembang pesat. Tanpa infrastruktur yang dapat menangani kebutuhan pemrosesan, penyimpanan, jaringan, dan keamanan, Anda sebagai pengelola dapat menjadi sangat kesulitan.
- Kualitas data berdampak langsung pada kualitas pengambilan keputusan, analisis data, dan strategi perencanaan. Jadi, memiliki big data tidak menjamin hasil yang berkualitas, kecuali data tersebut akurat, relevan, dan terorganisir dengan baik untuk dianalisis. Data mentah yang berantakan dan sulit dikurasi dapat memperlambat pelaporan, tetapi jika tidak ditangani, Anda dapat berakhir dengan hasil yang menyesatkan dan wawasan yang tidak berharga.
- Big data berisi banyak data dan informasi sensitif, sehingga sulit untuk memastikan pemrosesan dan penyimpanan secara terus-menerus. Kondisi ini bisa melanggar persyaratan privasi data, seperti undang-undang data pribadi.
- Sebagian besar perusahaan bekerja dengan data yang terisolasi di berbagai sistem dan aplikasi. Untuk mengintegrasikan semua data itu agar dapat diakses oleh pengguna tidaklah mudah, tetapi upaya tersebut perlu dilakukan untuk mendapatkan nilai tambah bisnis.
- Data besar berisi informasi bisnis dan pelanggan yang berharga, sehingga penyimpanan data besar menjadi target bernilai tinggi bagi penyerang. Karena kumpulan data ini beragam dan kompleks, maka penerapan strategi dan kebijakan komprehensif untuk melindunginya dapat menjadi lebih sulit.
Next: Slip Gaji: Definisi dan Komponen dalam Transparansi Finansial
Bagaimana Solusin tentang Big Data?
Teknologi dan perangkat big data dirancang untuk membantu perusahaan mengelola kumpulan data yang besar dan kompleks guna mendapatkan manfaatnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengembangkan strategi data yang solid, yakni:
- Memahami tujuan yang ingin dicapai
- Mengidentifikasi kasus penggunaan data secara spesifik
- Menggunakan data yang saat ini tersedia
- Mengevaluasi data tambahan
- Menyediakan sistem atau alat baru untuk mendukung tujuan bisnis
Memang, solusi manajemen data tradisional berbeda dari perangkat big data terkini. Perangkat modern mampu volume data besar dengan kecepatan tinggi, sehingga manajemen dapat menganalisis kompleksitas atau keragaman data tersebut.
Penting untuk diingat bahwa dalam hal big data adalah tidak ada strategi yang cocok untuk semua bisnis atau industri. Pendekatan yang berhasil untuk satu perusahaan mungkin tidak tepat untuk kebutuhan spesifik perusahaan Anda.




