Masuk
5 Pekerjaan yang Tidak Diambil oleh AI
Talent Management

5 Pekerjaan yang Tidak Diambil oleh AI

4 Mei 2026, 02.39 UTC

5 menit baca


Peoplyee HRIS pekerjaan yang tidak diambil oleh AI

Tim HR harap tenang, karena masih ada pekerjaan yang tidak diambil oleh AI. Meski perangkat lunak atau sistem berteknologi AI telah mengotomatiskan pekerjaan tim HR, tetapi Anda masih berkesempatan untuk mengasah transferable skill yang tidak lekang oleh waktu dan tak mudah digantikan oleh AI.

Apakah Anda menangani proses rekrutmen pekerjaan yang tidak diambil oleh AI ini? Jika ya, berarti Anda akan sibuk menemukan kandidat berpotensi sembari meningkatkan keterampilan.

3 Karakteristik Pekerjaan yang Tidak Diambil oleh AI

Ruang lingkup artificial intelligence (AI) adalah pekerjaan yang memproses data dalam jumlah besar dan mengenali pola tetap, tetapi kesulitan memahami emosi yang kompleks serta menanggapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan kata lain, AI justru lemah pada nilai-nilai yang tertanam pada manusia. Oleh karena itu tim HR dituntut untuk menunjukkan nilai kemanusiaan yang tidak dimiliki oleh AI dan merekrut kandidat seperti itu pula, selain menilai kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Adapun karakteristik pekerjaan yang tidak diambil oleh AI ialah:

1. Kreatif

Memang, AI telah masuk ke dalam ramah kreatif, di mana ia dapat membuat video, gambar, dan suara seperti manusia. Ia belajar dari data yang ada untuk menghasilkan solusi optimal, sedangkan manusia dapat menciptakan konsep dan karya seni yang sepenuhnya baru berdasarkan nilai-nilai, selera estetika, dan kesadaran terhadap isu sosial.

Contohnya, AI akan sulit menghasilkan model bisnis yang menumbangkan kebijaksanaan konvensional atau menciptakan ekspresi artistik yang benar-benar menyentuh hati orang. Jadi, menciptakan karya kreatif memerlukan ide dan orisinalitas yang datang dari manusia.

2. Tidak ada rutinitas

Tugas yang tidak memiliki rutinitas dan tidak termasuk hal manual adalah area yang sulit diotomatisasi oleh AI. Dengan kata lain, AI unggul terhadap tindakan yang sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan (algoritma), tetapi tidak pandai dalam menangani masalah yang tidak terduga atau membuat keputusan.

Jadi, karakteristik pekerjaan yang tidak diambil oleh AI ialah:

  • Menganalisis situasi secara instan secara fleksibilitas
  • Menetapkan prioritas dan bekerja sama dengan pihak yang terlibat
  • Mampu beradaptasi dan menemukan solusi terbaik pada setiap situasi

Contohnya, menanggapi kegagalan sistem mendadak yang terjadi pada project management dan dokter yang menentukan perawatan medis paling tepat berdasarkan situasi di tempat kejadian.

3. Komunikasi

AI tidak dapat menggantikan komunikasi tingkat lanjut yang berhubungan dengan emosi dan kepekaan manusia, meski ia mampu memahami arti kata. Sebagai ilustrasi, bidang customer service (CS) perlu memiliki empati terhadap pelanggan yang kecewa, marah, atau cemas kepada produk atau jasa perusahaan, sehingga tim CS harus merespons hal tersebut guna membangun kembali kepercayaan.

Kemampuan berkomunikasi juga diperlukan pada saat karyawan bernegosiasi atau berkoordinasi antar departemen dengan kepentingan yang bertentangan, sehingga ia dapat memahami posisi masing-masing dan menemukan titik temu untuk menemukan solusi yang memuaskan. Jadi, pekerjaan yang membutuhkan interaksi manusia yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya dengan data atau logika akan terus berperan penting.

Next: Tingkat Turnover Karyawan: Definisi dan Faktor yang Berpengaruh

5 Pekerjaan yang Tidak Diambil oleh AI

1. IT consultant

IT consultant adalah ahli yang menggunakan teknologi IT untuk memecahkan masalah bisnis bagi perusahaan. Tugas mereka memahami potensi kebutuhan dan masalah karyawan terhadap teknologi di lingkungan kerja, lalu mengembangkan strategi IT yang optimal, mengusulkan implementasi sistem, dan memberikan dukungan untuk implementasinya.

Kemungkinan besar pekerjaan ini tidak akan diambil oleh AI, karena ia bertugas di garis depan dalam pemecahan masalah. Ia dituntut memiliki keterampilan komunikasi tingkat lanjut di luar pengetahuan teknisnya untuk bernegosiasi dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan serta memimpin proyek.

2. Project manager

Project manager bertanggung jawab atas keseluruhan proyek dan memimpin tim menuju keberhasilan. Ia bukan hanya mengelola jadwal dan anggaran, juga bernegosiasi dengan klien, menangani perubahan spesifikasi yang mendadak, mengatasi masalah yang tidak terduga, memiliki keterampilan kepemimpinan yang memotivasi anggota dan mendorong mereka mengeluarkan kemampuan individu.

AI dapat membantu dalam kemajuan project management dan memprediksi risikonya, tetapi masih memiliki kesulitan di bidang yang membutuhkan koneksi antarmanusia dan membuat keputusan fleksibel untuk merespons keadaan yang tidak terduga.

3. AI engineer

AI engineer bertanggung jawab mengembangkan dan merancang AI, mendesain algoritma, mengolah data, serta membangun model AI yang dioptimalkan untuk tujuan tertentu. Semakin AI tersebar luas di masyarakat, semakin besar pula permintaan terhadap posisi ini.

Pekerjaan ini membutuhkan keahlian tingkat lanjut dalam matematika, statistik, dan pemrograman, serta pemahaman bisnis untuk menentukan cara menggunakan AI guna memaksimalkan efektivitasnya. Karena pekerjaan ini melibatkan pembuatan AI, maka ia tidak akan diambil alih oleh AI.

Jika Anda harus merekrut ketiga posisi di atas, maka jangan hanya melihat technical skill saja. Anda dan hiring manager perlu melihat transferable skill sehingga mereka mampu memimpin tim hingga menyelesaikan proyek sesuai jadwal guna mendukung tujuan perusahaan.

4. Psikolog

Memang, ada penyedia aplikasi konseling dengan psikolog atau bertanya tentang pendidikan dengan konselor. Namun, psikolog mampu merasakan penderitaan mendalam klien dari ekspresi nonverbal dan intonasi suara serta menunjukkan penerimaan dan empati.

AI tidak bisa merasakan kekhawatiran setiap orang, sehingga ia sulit membantu penyelesaian masalah berdasarkan data masa lalu. Proses memahami emosi kompleks, berempati secara mendalam, dan bekerja sama untuk menemukan solusi bagi klien adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh manusia.

5. Pekerjaan di bidang pendidikan dan perawatan

AI tidak dapat menggantikan pekerjaan yang berkaitan dengan pembinaan generasi penerus dan perawatan, seperti guru, perawat anak, dan caregiver lansia.

Ya, ada platform sebagai tempat belajar anak-anak, karena mereka memberikan pertanyaan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan individu, tetapi esensi pendidikan bukan hanya penyampaian pengetahuan. Guru berperan untuk memahami minat murid dan memotivasi mereka untuk belajar.

Dalam pengasuhan anak, kehangatan manusiawi dibutuhkan untuk memahami kecemasan orang tua dan merespons kebutuhan anak. Jadi, meski AI dapat digunakan sebagai alat pembelajaran, ia tidak bisa menjadi pendidik yang membimbing anak-anak untuk mengembangkan kepribadian dan pertumbuhan mental mereka.

Next: Slip Gaji: Definisi dan Komponen dalam Transparansi Finansial

Bagaimana dengan karyawan HR? AI dapat melakukan tugas HR yang bersifat administratif dan repetitif. Namun, AI tidak bisa merespons kebutuhan atau merespons cerita karyawan kepada tim HR, terlebih memahami perubahan peraturan ketenagakerjaan sekaligus menyelesaikan konflik karyawan.

Inilah celahnya, di mana Anda berkesempatan mengasah keterampilan nonteknis atau transferable skill yang tidak dimiliki oleh AI. Alhasil Anda tak menjadi AI generalist, tetapi AI yang piawai menjembatani kebutuhan antara manusia dan bisnis.

Bagikan
CTA Banner

Modernisasi HR Anda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan multinasional di Indonesia

Peoplyee HRIS by PT Peoplyee Tech Indonesia

Graha Binakarsa, Unit B-C, 15th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-18, RT.2 RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

© 2024 - PT Peoplyee Tech Indonesia