Masuk
Pahami ISO 27001 dan Manfaatnya Bagi Keamanan Data Perusahaan
Compliance

Pahami ISO 27001 dan Manfaatnya Bagi Keamanan Data Perusahaan

20 Apr 2026, 06.10 UTC

4 menit baca


Peoplyee HRIS apa ituISO 27001

Ketika teknologi semakin berkembang, data menjadi aset terpenting bagi setiap perusahaan. Data tersebut memuat banyak informasi penting, seperti informasi pelanggan, strategi bisnis, hasil penjualan, hingga informasi karyawan. Semua data ini memiliki risiko bocor atau serangan siber.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, perusahaan memerlukan kerangka kerja yang solid untuk melindungi informasi. Di sinilah peran ISO 27001 menjadi sangat krusial. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas apa itu ISO 27001.

Apa Itu ISO 27001?

ISO 27001 merupakan standar internasional untuk information security management system (ISMS) atau sistem manajemen keamanan informasi (SMKI). Standar ini tidak hanya berfokus pada teknologi, melainkan pada pendekatan manajemen yang sistematis untuk mengelola informasi sensitif milik perusahaan.

Fungsi utama dari ISO 27001 adalah:

  • Standar ini mewajibkan perusahaan untuk mengidentifikasi risiko, seperti potensi ancaman dan kerentanan terhadap data mereka
  • Setelah risiko teridentifikasi, perusahaan harus membuat rencana untuk mengelola dan memitigasinya
  • Standar ini memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang (kerahasiaan), akurat dan lengkap (integritas), serta tersedia saat dibutuhkan (ketersediaan)

Dengan menerapkan ISO 27001, perusahaan dapat menunjukkan kepada pelanggan, mitra, dan pihak berkepentingan lainnya bahwa mereka berkomitmen serius terhadap keamanan data.

ISO 27001 digunakan oleh berbagai jenis organisasi, baik perusahaan swasta, lembaga pemerintah, maupun organisasi nirlaba. Mereka menggunakannya untuk:

  • Melindungi informasi sensitif: mulai dari data pribadi karyawan dan pelanggan, informasi keuangan, hingga intellectual property (IP)
  • Mematuhi regulasi: tak sedikit negara memiliki peraturan ketat tentang perlindungan data, seperti GDPR di Eropa, sehingga ISO 27001 membantu perusahaan memenuhi persyaratan ini
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan: perusahaan dapat membangun reputasi yang kuat dan memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa data mereka aman karena perusahaan telah mengantongi sertifikasi ISO 27001
  • Memenangkan kontrak: banyak perusahaan besar mewajibkan mitra bisnis atau vendor mereka untuk memiliki sertifikasi ISO 27001 sebagai syarat kerja sama

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ISO 27001, perusahaan maupun lembaga nirlaba tidak hanya memitigasi risiko, tetapi juga meningkatkan nilai dan reputasinya di mata pelanggan, mitra bisnis, hingga pemangku kepentingan.

Next: Coretax: Definisi, Tujuan, dan Cara Membuat Akunnya

Perjalanan ISO 27001

Standar ISO 27001 tidak muncul begitu saja. Akarnya bermula dari standar Inggris bernama BS 7799, yang pertama kali diterbitkan pada 1995. Standar ini kemudian diadopsi dan direvisi oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC). Berikut perjalanan standar internasional tersebut:

  • 1995: BS 7799 diterbitkan sebagai panduan untuk manajemen keamanan informasi
  • 2000: BS 7799-2 diterbitkan, yang kemudian menjadi dasar untuk ISO 27001
  • 2005: versi pertama ISO 27001 diterbitkan secara resmi, yang menggantikan BS 7799-2
  • 2013: versi revisi yang paling populer, ISO/IEC 27001:2013 dirilis, dan revisi ini menyederhanakan struktur dan menekankan pentingnya manajemen risiko
  • 2022: versi terbaru, ISO/IEC 27001:2022, diterbitkan dengan pembaruan pada kontrol keamanan untuk menyesuaikan dengan lanskap ancaman siber yang terus berubah
Next: Perlindungan Data Pribadi: Panduan bagi HR dan Manajemen Perusahaan

Syarat Perusahaan Mendapatkan Sertifikasi ISO 27001

Mendapatkan sertifikasi ISO 27001 bukanlah hal mudah. Perusahaan harus melalui proses yang ketat dan menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap keamanan informasi.

1. Rencana dan definisi

Langkah pertama adalah merencanakan dan mendefinisikan ruang lingkup SMKI. Apakah akan mencakup seluruh perusahaan atau hanya departemen tertentu? Setelah itu, perusahaan harus membentuk tim dan menyusun kebijakan keamanan informasi.

2. Penilaian dan pengelolaan risiko

Ini adalah inti dari ISO 27001. Perusahaan harus:

  • Identifikasi risiko: membuat daftar semua aset informasi dan potensi ancaman yang mengintai, seperti serangan siber, malware, atau kesalahan manusia
  • Penilaian risiko: analisis seberapa besar kemungkinan dan dampak dari setiap risiko
  • Pengelolaan risiko: pilih kontrol keamanan yang paling sesuai untuk mengurangi risiko ke tingkat yang dapat diterima

3. Implementasi kontrol keamanan

Setelah memilih kontrol, perusahaan harus mengimplementasikannya. ISO 27001 mencantumkan 114 kontrol keamanan yang terbagi dalam 14 kategori. Contohnya:

  • Kebijakan kata sandi yang kuat
  • Pelatihan kesadaran keamanan untuk karyawan
  • Firewall dan sistem deteksi intrusi
  • Rencana pemulihan bencana

4. Audit internal dan eksternal

Setelah semua kontrol diterapkan, perusahaan akan menjalani dua tahap audit:

  • Audit internal: dilakukan oleh tim internal untuk memastikan semua prosedur telah berjalan sesuai rencana
  • Audit eksternal: dilakukan oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga yang terakreditasi. Jika semua persyaratan terpenuhi, sertifikat ISO 27001 akan dikeluarkan

Banyak perusahaan global dan lokal dari berbagai industri telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan informasi adalah prioritas universal. Contoh perusahaan yang sudah mendapatkan ISO 27001, antara lain:

  • Teknologi: Google, Microsoft, dan Amazon Web Services (AWS)
  • Keuangan: BCA (Indonesia), Cynergy Bank (Inggris), dan QIIB (Qatar)
  • E-commerce: Tokopedia dan Bukalapak
  • Penyedia layanan cloud: perusahaan yang menawarkan layanan penyimpanan data

Sertifikasi ISO 27001 menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tak hanya memiliki teknologi keamanan yang canggih, tetapi juga mempunyai proses dan budaya yang kuat untuk melindungi data.

Dengan kata lain, ISO 27001 bukan sekadar sertifikat. Ini ialah komitmen terhadap manajemen keamanan informasi yang berkelanjutan. Terlebih, saat ini kita berada di dunia yang rentan terhadap ancaman siber yang terus meningkat, sehingga standar ini menjadi alat penting untuk membangun kepercayaan, melindungi aset, dan memastikan kelangsungan bisnis.

Bagikan
CTA Banner

Modernisasi HR Anda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan multinasional di Indonesia

Peoplyee HRIS by PT Peoplyee Tech Indonesia

Graha Binakarsa, Unit B-C, 15th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-18, RT.2 RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

© 2024 - PT Peoplyee Tech Indonesia