Masuk
9 Langkah Menyusun Strategi Retensi Karyawan
Talent Management

9 Langkah Menyusun Strategi Retensi Karyawan

27 Apr 2026, 02.03 UTC

4 menit baca


Peoplyee HRIS strategi retensi karyawan

Retensi karyawan menjadi bukti bahwa sebuah perusahaan mampu mempertahankan karyawannya selama periode tertentu, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang lebih stabil dan produktif. Upaya tersebut bertujuan guna mengurangi pergantian karyawan atau meminimalkan tingkat turnover.

Sebaliknya, tingkat retensi karyawan yang tinggi akan mendorong perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis. Upaya retensi harus diikuti oleh langkah-langkah mempertahankan aset penting di tengah pasar tenaga kerja yang kompetitif.

9 Langkah Efektif untuk Meningkatkan Retensi Karyawan

Peningkatan tingkat turnover dapat merusak budaya kerja dan mengancam stabilitas tim, jika perusahaan mengabaikan langkah meretensi karyawan. Akibat dari hal tersebut, perusahaan akan menghadapi konsekuensi terhadap kemampuan bisnis untuk beroperasi.

Ketika perusahaan mempertahankan sumber dayanya, manajemen tak hanya menjumpai karyawan bekerja dalam jangka panjang, tetapi bertujuan untuk mengurangi biaya rekrutmen dan pelatihan serta mempertahankan pengetahuan bisnis yang telah dimiliki oleh karyawan. Karyawan yang loyal dan berdedikasi ialah aset tak ternilai yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kualitas layanan.

Untuk menyusun program retensi yang efektif, tim HR dan manajemen membutuhkan pendekatan holistik atau langkah tidak hanya berfokus pada satu atau dua faktor. Berikut ini langkah yang dapat diterapkan oleh Anda dan tim:

1. Merekrut dengan tepat

Retensi karyawan dimulai sejak proses rekrutmen. Pastikan Anda merekrut kandidat yang tidak hanya memiliki keterampilan yang dibutuhkan, tetapi juga selaras dengan nilai dan budaya perusahaan. Komunikasikan ekspektasi pekerjaan dengan jelas dan berikan gambaran realistis tentang budaya kerja.

Di sisi lain, Anda dan tim perlu membangun employer branding yang menarik kandidat yang tepat untuk melamar pekerjaan di perusahaan Anda. Merekrut orang yang tepat sejak awal akan mengurangi kemungkinan mereka keluar dalam waktu singkat.

2. Perkuat onboarding karyawan

Riset Brandon Hall Group menemukan bahwa onboarding karyawan yang kuat dapat meningkatkan retensi karyawan hingga 82%. Proses onboarding dimulai setelah kandidat menandatangani surat penawaran dan baru berakhir setelah mereka mampu secara mandiri menjalankan perannya.

Oleh karena itu, tim HR perlu memperhatikan semua tahapan onboarding, mulai dari pra onboarding, hari pertama, minggu pertama, 90 hari pertama, dan akhir tahun pertama.

Biasanya, karyawan baru selalu bersemangat bekerja dan memberikan kesan yang baik di hari pertama, sehingga manfaatkan momen tersebut agar mereka dapat berintegrasi dengan baik ke dalam peran serta perusahaan.

3. Tawarkan fleksibilitas kerja

Karyawan akan sangat menghargai perusahaan yang menawarkan fleksibilitas kerja, sehingga mereka dapat mengatur kehidupan personal tanpa mengorbankan kinerja. Fleksibilitas kerja dapat berupa jam kerja fleksibel untuk mengakomodasi orang tua bekerja, bekerja jarak jauh, bekerja hibrida, opsi empat hari kerja, atau mendorong karyawan untuk memutuskan tentang kapan harus bekerja dari rumah, sambil memastikan hal tersebut tidak merugikan nilai kolaboratif perusahaan.

Next: Employee Data Management: Strategi Kunci Mengelola Data Karyawan Secara Efektif

4. Ciptakan EVP

Ciptakan employee value proposition (EVP) untuk menarik sekaligus memastikan karyawan tetap bekerja di perusahaan Anda. EVP akan menawarkan peluang untuk berkembang, compensation and benefits (comben) yang kompetitif, model kerja jarak jauh sepenuhnya, atau hari libur tanpa batas. Sesuaikan penawaran EVP dengan nilai dan budaya perusahaan.

5. Fokus pada pengembangan dan karier karyawan

Laporan LinkedIn menyatakan bahwa 94% karyawan bersedia bertahan lebih lama di suatu perusahaan jika perusahaan berinvestasi dalam pengembangan mereka.

Jika perusahaan berinvestasi pada pengembangan dan karier karyawan, keuntungan tak hanya dirasakan oleh mereka saja. Perusahaan pun akan mendulang peningkatan produktivitas, kinerja, keterlibatan, kepuasan, dan retensi mereka terhadap bisnis. Beberapa program yang bisa diberikan kepada mereka antara lain upskilling, reskilling, mentoring, hingga job promotion.

6. Prioritaskan kesejahteraan

Pascapandemi, karyawan semakin memprioritaskan kesejahteraan mereka secara menyeluruh dan berupaya mencapai keseimbangan yang lebih sehat di segala aspek kehidupan. Untuk mempertahankan karyawan, perusahaan dapat memperhatikan kesejahteraan mereka, seperti:

  • Menawarkan model kerja hibrida
  • Mendorong manajer berkomunikasi aktif dengan tim
  • Memanfaatkan teknologi untuk mengurangi tugas administrasi
  • Mengadakan kegiatan dalam rangka hari besar nasional
Next: Perlindungan Data Pribadi: Panduan bagi HR dan Manajemen Perusahaan

7. Kenali kontribusi karyawan

Survei Gallup-Workhuman menemukan bahwa ketika karyawan merasa diakui dan dihargai atas pekerjaan mereka. Sebesar 56% lebih kecil kemungkinannya untuk mencari pekerjaan baru, tetapi hanya 18% karyawan yang meyakini perusahaan mereka memiliki budaya pengakuan yang kuat.

Jadi, perusahaan perlu secara aktif mendorong manajer untuk mengakui hasil kerja tim mereka dan menawarkan pengakuan yang diketahui oleh semua rekan kerja di perusahaan, sehingga karyawan termotivasi bekerja lebih tekun untuk mencapai target.

8. Ciptakan kepemimpinan yang kuat

Pastikan perusahaan memberikan pelatihan dan pembinaan rutin kepada manajer di semua tingkatan, terlebih bagi mereka yang baru dan baru pertama kali menduduki posisi manajerial. Karena karyawan resign sering kali beralasan bahwa mereka sudah tidak sejalan dengan manajer atau atasannya.

9. Tawarkan comben kompetitif

Kita harus mengakui bahwa comben menjadi komponen penting dalam strategi retensi di setiap perusahaan. Sekalipun karyawan merasa sangat dihargai di tempat kerja, mereka cenderung mencari peluang lain jika merasa tidak mendapatkan kompensasi yang adil atas pekerjaan yang mereka lakukan. Untuk merespons hal itu, perusahaan perlu bersikap transparan dengan memiliki:

  • Struktur dan skala upah (SSU)
  • Menciptakan kebijakan gaji yang relevan
  • Memperbarui standar comben industri secara berkala
  • Memberikan bonus dan kenaikan gaji berdasarkan prestasi serta kondisi keuangan perusahaan

Namun, perusahaan juga dapat memberikan tunjangan nonfinansial seperti asuransi kesehatan tambahan, jam kerja yang fleksibel, cuti orang tua, atau diskon karyawan di merchant tertentu. Semua langkah tersebut untuk menarik sekaligus mempertahankan karyawan terbaik dalam organisasi Anda.

Poin yang perlu diingat adalah upaya retensi karyawan membutuhkan komitmen jangka panjang.

Tak semua langkah di atas harus diimplementasikan, karena Anda perlu memilih strategi yang sejalan dengan nilai dan kemampuan perusahaan. Meski demikian, perusahaan perlu mempertimbangkan kebutuhan angkatan kerja masa kini dan persaingan tenaga kerja yang semakin ketat.

Bagikan
CTA Banner

Modernisasi HR Anda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan multinasional di Indonesia

Peoplyee HRIS by PT Peoplyee Tech Indonesia

Graha Binakarsa, Unit B-C, 15th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said Kav C-18, RT.2 RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

© 2024 - PT Peoplyee Tech Indonesia