Apa itu big data? Istilah big data bukan sekadar buzzword di lingkungan perusahaan teknologi. Ini sudah menjadi topik yang dibicarakan hingga digunakan oleh semua industri dalam berbagai aspek bisnis. Bahkan big data mengubah cara kita berinteraksi, berbelanja, serta bekerja.
Jadi apa itu big data? Kenapa ia menjadi begitu krusial terutama bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di pasar yang terus berubah?
Apa Itu Big Data?
Google Cloud menuliskan bahwa big data merujuk pada kumpulan data terstruktur, tidak terstruktur, dan semi terstruktur yang sangat besar dan beragam serta terus tumbuh secara eksponensial dari waktu ke waktu. Kumpulan data ini begitu besar dan kompleks dalam hal volume, kecepatan, dan variasi, sehingga sistem manajemen data tradisional tidak dapat menyimpan, memproses, atau menganalisisnya.
Jumlah dan ketersediaan data yang berkembang pesat ini didorong oleh kemajuan teknologi digital.
Sebut saja, konektivitas, mobilitas, internet of things (IoT), dan artificial intelligence (AI). Jika sebuah perusahaan memiliki berbagai data dan jumlahnya bertambah, maka mereka memerlukan perangkat baru untuk mengumpulkan, memproses, dan menganalisis data dengan kecepatan optimal agar mendapatkan nilai yang dibutuhkan.
Data dapat menjadi aset paling berharga bagi perusahaan, karena mengungkap wawasan untuk memahami area yang memengaruhi bisnis. Mulai dari kondisi pasar, perilaku pelanggan, hingga proses bisnis Anda.
Next: Perlindungan Data Pribadi: Panduan bagi HR dan Manajemen Perusahaan
Manfaat Data Besar Bagi Perusahaan
1. Tingkatkan pengambilan keputusan
Big data menjadi elemen kunci bagi perusahaan berbasis data. Hal ini dapat dilihat ketika perusahaan mampu mengelola dan menganalisis big data, misalnya tim HR dan IT menemukan pola dan membuka pandangan untuk meningkatkan operasional atau mendorong keputusan strategis yang lebih baik.
2. Tingkatkan agility
Big data memungkinkan Anda mengumpulkan dan memproses titik data secara real time serta menganalisisnya untuk beradaptasi dengan agile dan meraih keunggulan kompetitif. Wawasan ini dapat memandu dan mempercepat perencanaan, produksi, dan peluncuran produk, fitur, dan pembaruan baru.
3. Pengalaman pelanggan lebih baik
Menggabungkan dan menganalisis sumber data terstruktur bersama dengan sumber data tidak terstruktur memberikan perusahaan informasi yang lebih berguna untuk pemahaman konsumen, personalisasi, dan cara mengoptimalkan pengalaman agar Anda dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen.
4. Kecerdasan berkelanjutan
Dengan big data, perusahaan dapat mengintegrasikan streaming data secara otomatis dan real time dengan analisis tingkat lanjut. Ini berguna agar sistem terus mengumpulkan data, menemukan wawasan baru, dan menemukan peluang baru untuk pertumbuhan dan nilai.
5. Operasi lebih efisien
Menggunakan alat dan kemampuan analisis big data memungkinkan Anda memprosesnya lebih cepat dan menghasilkan wawasan yang dapat menentukan area yang harus dilakukan pengurangan biaya, langkah yang menghemat waktu, serta meningkatkan efisiensi operasi secara keseluruhan.
6. Peningkatan manajemen risiko
Menganalisis sejumlah besar data membantu perusahaan mengevaluasi risiko dengan lebih baik, memudahkan identifikasi, pemantauan semua potensi ancaman, serta pelaporan wawasan yang mengarah pada strategi pengendalian dan mitigasi yang lebih tangguh.
Berikut contoh peran big data bagi perusahaan yang membantu perusahaan beradaptasi terhadap kebutuhan pelanggan:
- Melacak perilaku konsumen dan kebiasaan berbelanja untuk merekomendasikan produk yang sangat personal atau disesuaikan dengan masing-masing pelanggan
- Memantau pola pembayaran dan menganalisisnya terhadap aktivitas historis pelanggan untuk mendeteksi penipuan secara real time
- Menggabungkan data dan informasi dari setiap tahap perjalanan pengiriman pesanan dengan situasi lalu lintas agar kurir logistik mengoptimalkan pengiriman berdasarkan jarak terdekat
- Menggunakan teknologi AI seperti natural language processing untuk menganalisis data medis tidak terstruktur, seperti laporan penelitian, catatan klinis, dan hasil lab, guna mengembangkan pengobatan dan perawatan pasien yang lebih baik
- Menggunakan data gambar dari kamera, sensor, serta data GPS untuk mendeteksi lubang jalan dan meningkatkan pemeliharaan jalan di kota-kota
- Menganalisis kumpulan data publik berupa citra satelit dan kumpulan data geospasial untuk memvisualisasikan, memantau, mengukur, dan memprediksi dampak sosial dan lingkungan dari operasi rantai pasokan
Next: Coretax: Definisi, Tujuan, dan Cara Membuat Akunnya
Karakteristik 6V Dalam Big Data
Pada 2001, Gartner menjelaskan bahwa big data memiliki karakteristik V, yaitu volume, velocity, dan variety.
Volume
Karakteristik big data paling umum yang berhubungan dengan volume yang tinggi. Hal ini menggambarkan jumlah data yang tersedia untuk dikumpulkan dan diproduksi dari berbagai sumber dan perangkat secara berkelanjutan.
Velocity
Kecepatan big data mengacu pada kecepatan data yang dihasilkan. Saat ini, data sering kali dihasilkan secara atau mendekati real-time, sehingga harus diproses, diakses, dan dianalisis dengan kecepatan yang sama agar berdampak signifikan.
Variety
Data bersifat heterogen, artinya data berasal dari berbagai sumber dan terstruktur, tidak terstruktur, atau semi terstruktur. Data terstruktur yang lebih tradisional–seperti data di spreadsheet atau berbasis relasional–kini bisa dilengkapi dengan teks, gambar, audio, video. Data semi terstruktur dan tidak terstruktur, seperti data sensor tidak dapat disusun dalam skema data yang tetap.
Selain ketiga V tersebut, terdapat tiga V lagi yang berkaitan dengan pemanfaatan kekuatan big data, yaitu veracity, variability, dan value.
Veracity
Big data dapat terlihat berantakan, berisik, dan rentan kesalahan, sehingga sulit untuk mengontrol kualitas dan akurasi data. Kumpulan data yang besar bisa menjadi sulit dipahami dan membingungkan, sementara kumpulan data yang lebih kecil dapat menyajikan gambaran yang tidak lengkap. Semakin tinggi kebenaran suatu data, semakin dapat dipercaya data tersebut.
Variability
Makna data yang dikumpulkan terus berubah dapat menyebabkan inkonsistensi seiring waktu. Pergeseran ini tidak hanya mencakup perubahan konteks dan interpretasi, tetapi juga metode pengumpulan data berdasarkan informasi yang ingin dikumpulkan dan dianalisis oleh perusahaan.
Value
Menentukan nilai bisnis dari data yang dikumpulkan sangatlah penting, maka data besar harus berisi data yang tepat untuk dianalisis secara efektif guna menghasilkan wawasan yang dapat membantu mendorong pengambilan keputusan.




