Tingkat turnover yang semakin bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi sinyal peringatan bagi perusahaan. Hal itu menandakan bahwa terdapat masalah fundamental di dalam perusahaan Anda, walaupun setiap industri memiliki tingkat turnover berbeda. Bila kondisi tersebut diabaikan oleh manajemen, kemungkinan besar perusahaan akan kesulitan mencapai tujuannya.
Apa Itu Tingkat Turnover?
Menurut laporan Gallup pada Mei 2024, sebesar 51% karyawan AS sedang mencari atau secara aktif mencari pekerjaan baru. Tren ini menjadi peningkatan, meskipun employee turnover sukarela telah stabil sejak Great Resignation, karena ekonomi dan pasar kerja melemah, dan kondisi tersebut berada pada titik tertinggi sejak 2015.
Dengan kata lain, komitmen jangka panjang karyawan terhadap tempat kerja mereka berada pada titik terendah dalam sembilan tahun. Apa sebenarnya tingkat turnover? Faktor apa saja yang memengaruhinya?
Tingkat turnover mengacu pada persentase karyawan yang meninggalkan perusahaan dalam periode waktu tertentu, baik secara sukarela (pengunduran diri) maupun tidak dari kemauan sendiri (pemecatan). Matriks ini dihitung dengan membandingkan jumlah karyawan yang keluar dengan jumlah rata-rata karyawan selama periode tersebut.
Untuk menghitung turnover rate, Anda dan tim bisa menggunakan rumus turnover rate ini:
Karyawan yang keluar [Jumlah Karyawan Awal + Jumlah Karyawan Akhir) 2] 100
Misalnya, perusahaan XY memiliki 50 karyawan pada awal tahun dan berakhir dengan 100 karyawan, maka perhitungannya:
Jumlah karyawan awal (50) + jumlah karyawan akhir (100) = 150 2 = 75 (jumlah rata-rata karyawan di tahun tersebut)
Jika ada 15 karyawan meninggalkan organisasi pada tahun tersebut, perhitungannya akan menjadi:
Karyawan yang keluar (15) jumlah rata-rata karyawan (75) = 0,2 100 = 20%
Perbedaan jenis turnover di atas, yaitu:
- Voluntary turnover
Karyawan mengundurkan diri atas kemauan sendiri. Ini sering kali disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, atau budaya perusahaan.
- Involuntary turnover
Perusahaan memutuskan hubungan pekerjaan dengan karyawan atau kontrak kerja karyawan tidak diperpanjang oleh manajemen. Ini bisa disebabkan oleh kinerja buruk, restrukturisasi, atau pelanggaran aturan perusahaan.
Next: 7 Manfaat Slip Gaji Digital Ini Lebih Efisien
Tinggi Vs Rendah Tingkat Turnover Karyawan
Tingkat turnover yang ideal tergantung industri masing-masing. Setiap industri memiliki parameter berbeda, tetapi umumnya, angka yang rendah menunjukkan stabilitas dan kepuasan karyawan yang tinggi. Industri dengan tingkat turnover tertinggi cenderung memiliki karakteristik berikut:
- Jadwal kerja tidak fleksibel atau menuntut
- Persaingan ketat untuk mendapatkan tenaga kerja
- Gaji relatif rendah dan pekerjaan tidak membutuhkan keahlian khusus
Parameter yang digunakan untuk mengukur turnover meliputi tingkat turnover tahunan, tingkat turnover sukarela, dan biaya turnover, termasuk biaya rekrutmen, pelatihan, dan penurunan produktivitas. Berikut ini gambaran tingkat turnover di beberapa industri:
- Perhotelan dan ritel: kedua industri ini dikenal memiliki tingkat turnover yang sangat tinggi, sering kali melebihi 50% per tahun, hal ini disebabkan oleh upah yang rendah, jam kerja yang tidak menentu, dan tekanan kerja yang tinggi
- Teknologi: meski dikenal dengan kompensasi tinggi, industri teknologi juga memiliki tingkat turnover yang signifikan, karena sering kali berhubungan dengan persaingan ketat, tuntutan inovasi yang konstan, dan karyawan yang terus mencari tantangan baru
- Manufaktur: tingkat turnover cenderung lebih stabil, tetapi masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, otomatisasi, dan kondisi kerja
- Layanan kesehatan: tingkat turnover tinggi di beberapa posisi, terutama perawat, karena burnout, jam kerja yang panjang, dan tekanan emosional
Next: Yuk, Mengenal 6 Komponen Gaji dan Kebijakan Pengupahan
8 Faktor yang Memengaruhi Tingkat Turnover
Mengapa karyawan memutuskan untuk pergi? Ada beberapa faktor yang berperan dalam situasi tersebut, yaitu:
1. Stres
Lingkungan kerja yang penuh tekanan dapat menjadi pendorong utama karyawan resign. Mereka mengalami stres kerja karena beban pekerjaan sangat berat, lingkungan kerja tidak nyaman, jadwal kerja tidak teratur, atau kurang kejelasan tentang tanggung jawab kerja.
2. Hubungan buruk dengan rekan kerja
Hubungan yang buruk antara rekan kerja dan kolega dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif, sehingga menyebabkan tingkat turnover tinggi. Padahal hubungan harmonis antar karyawan mendorong kerja sama yang meningkatkan produktivitas kerja.
3. Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan atasan bisa memengaruhi tingkat pergantian karyawan di perusahaan. Misalnya, manajer yang sangat mengontrol, micro-management tanpa mengarahkan, dan tidak memberikan kesempatan berinovasi kepada anggota timnya sehingga mereka merasa terkekang dan kurang termotivasi dalam bekerja.
4. Budaya tempat kerja
Terkadang, budaya tempat kerja yang tidak selaras dengan harapan karyawan dapat memotivasi mereka untuk mengundurkan diri. Mereka memilih budaya perusahaan yang positif, memberdayakan, dan meningkatkan kebahagiaan mereka selama bekerja.
Next: Pahami ISO 27001 dan Manfaatnya Bagi Keamanan Data Perusahaan
5. Kompensasi
Jika perusahaan tidak memberikan kompensasi yang adil, padahal beban kerja karyawan cukup tinggi, akan memiliki tingkat turnover tinggi. Karyawan perlu merasa dihargai, tidak hanya melalui gaji, tetapi juga melalui cara penghargaan lain seperti menunjukkan rasa terima kasih, pujian atas pencapaian, dan penghargaan berdasarkan kontribusi.
6. Mencari kemajuan karier
Ada kalanya, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena tak ada kemajuan karier yang ditawarkan oleh perusahaan atau bosan mengerjakan tugas administratif yang itu-itu saja. Untuk menanggapi kebosanan karyawan, perusahaan dapat menawarkan sistem yang mengotomatiskan pekerjaan administratif agar tidak terjadi kesalahan dan proses kerja lebih efektif.
7. Kepuasan kerja
Kepuasan kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi keputusan banyak karyawan untuk bertahan atau meninggalkan perusahaan. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kepuasan kerja seseorang, antara lain kompensasi, budaya kerja di perusahaan, kemajuan karier, hubungan interpersonal, pencapaian pribadi, bosan dengan rutinitas kerja, atau pekerjaaan tak menantang lagi bagi dirinya.
8. Pasar kerja kompetitif
Jika karyawan menemukan peluang yang lebih baik, mereka mungkin memutuskan untuk meninggalkan posisi dan perusahaan Anda demi mencari situasi yang lebih baik. Misalnya, karyawan dengan seorang teman dan mendengar betapa hebatnya lingkungan kerja, tunjangan, dan peluang promosi yang ditawarkan, tetapi kemudian bertanya-tanya apakah ia bekerja di pekerjaan yang tepat.
Tingkat turnover karyawan dapat mencerminkan kesehatan perusahaan. Untuk mengurangi turnover rate, perusahaan tak harus menggelontorkan banyak biaya atau sebaliknya.
Manajemen dan tim HR perlu memberdayakan tim disertai dengan menjalankan budaya kerja positif, memberikan alat atau sistem penunjang kerja yang membuat karyawan berkembang, peluang pengembangan, serta kompensasi yang adil.




